Dwi Kurnianingsih,S.Pd
SRB Daerah istimewa Yogyakarta
Motivasi
Menjadi Duta Rumah Belajar.
Berawal dari adanya pandemi covid 19, pembelajaran di
sekolah berubah menjadi pembelajaran secara during. Saat itu ada rasa kecemasan
dari dalam diri saya karena saya harus memberikan materi pelajaran melalui
media secara online. Namun kecemasan itu harus segera ditepis karena
pembelajaran harus segera dilakukan. Cara menepis kecemasan itu, saya berusaha
belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja.
Pertama saya belajar melalui tutorial vidio pembelajaran
melalui youtube , kemudian bertanya pada teman ahli dalam TIK. Namun saya harus
berusaha untuk mengikuti webinar dan diklat-diklat yang dilakukan secara
online. Maksud hati ingin menambah ilmu dan menerapkan ke pembelajaran secara
during.
Saya adalah guru matematika, saat membuka google ada
diklat tentang google classroom dan Quizizz dari Matematika Nusantara saya
ikuti, setelah itu ada Pembatik 2020. Awalnya saya hanya mencoba membuka apa
itu Pembatik 2020. Saya penasaran ini Diklat apa. Apakah ini diklat tentang
desain batik ? . Dan saat saya buka dan saya pelajari ternyata Pembatik adalah
diklat tentang pembelajaran berbasis TIK. Dan diklat ini cocok bagi saya yang
sedang mencari tentang konten-konten inovasi pembelajaran berbasik TIK.
Akhirnya saya pun ikut Pembatik level 1 yang dikatakan sebagai level Literasi
dan lulus, setelah itu lanjut ke level 2 yaitu level Implementasi TIK dan
lulus, lalu masuk level 3 yaitu level kreasi TIK. Dari level 1 sampai 3 yang
ada pada diri saya adalah tambahnya ilmu yang sangat manfaat dan ternyata untuk
masuk ke level 4 harus disaring beda dengan level 1 – 3 yang mana saya harus
mendaftarkan diri.
Pada saat itu saya tidak memperhatikan kalau yang lulus
level 3 bisa lanjut ke level 4 hanya yang terpilih. Saya penasaran ada apa
dengan level 4, mengapa harus yang terpilih saja. Ternyata di level 4 adalah
pemilihan Duta Rumah Belajar. Saat mengikuti level 1 sampai 3 saya menjumpai
peserta-peserta pembatik yang sangat hebat, saya sendiri merasa sangat jauh
dari mereka semua. Jadi saat itu saya tidak membayangkan bakal terpilih ke
level 4 sehingga saya pun tidak membuka Pembatik 2020 dan juga grup Washapp
Pembetik level 3 karena kesibukan urusan sekolah dan pemikiran bahwa pastilah
saya tidak terpilih. Karena asyik dengan kesibukan yang lain, sayapun tidak
memperhatikan kalau level 4 sudah diumumkan, sampai Ibu DRB DIY Nur Ernawati
menjapri saya melalui washapp dengan perintah silakan join ke grup ini ya !
Alhamdulillah, puji syukur yang bisa saya ucapkan karena
dapat lolos level 4 bersama 29 teman teman DIY lainnya yang hebat-hebat. Awal
dari keinginan belajar, menambah wawasan untuk diimplementasikan pada
siswa-siswa dengan inovasi pembelajaran, ternyata keinginan itu masih kurang.
Ternyata Allah memberikan jalan saya untuk lebih belajar yaitu dengan menjadi
seorang yang tidak hanya berilmu tapi diajari bisa berbagi buat orang lain. Menjadi
Duta Rumah Belajar tidaklah menjadi keinginan utama tapi jikalau nanti akhirnya
jadi itu adalah anugerah dari Allah dan merupakan bonus yang terindah. Yang
terpenting di level 4 ini adalah belajar, berbagi dan berinovasi.
Belajar dimana saja kapan saja dengan siapa saja. Harus
dilakukan setiap saat sehingga merdeka belajarnya rumah belajar portalnya.
0 comments:
Posting Komentar